Jumat, 02 Oktober 2026

LAMARAN M. RIFQI AFIF UNTUK BELA NAZUA NABILA

 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM


Sayang... 

Hari ini mungkin terlihat seperti hari biasa bagi sebagian orang. Tetapi bagi saya, hari ini adalah salah satu hari yang akan selalu saya ingat dalam hidup saya.

Karena hari ini saya berdiri di hadapanmu bukan hanya sebagai seseorang yang mencintaimu, tetapi sebagai seseorang yang ingin mengajakmu berjalan bersama menuju sebuah kehidupan yang lebih serius.

Sejujurnya, saya tidak tahu kapan tepatnya hati saya mulai memilihmu.

Yang saya tahu, semakin saya mengenalmu, semakin saya merasa bahwa ada seseorang yang ingin terus saya temui, seseorang yang ingin saya dengarkan ceritanya, seseorang yang ingin saya bahagiakan, dan seseorang yang ingin saya temani sampai akhir perjalanan.

Saya tidak datang kepadamu dengan janji bahwa hidup kita nanti akan selalu mudah.

Saya tidak bisa menjanjikan bahwa setiap hari akan selalu dipenuhi tawa. Akan ada hari ketika kita lelah, mungkin ada perbedaan, mungkin ada air mata, dan mungkin ada saat-saat ketika kita harus belajar memahami satu sama lain.

Tetapi saya ingin membuat satu janji...

Ketika hari-hari sulit datang, saya tidak ingin menjadi orang yang pergi. Saya ingin menjadi orang yang tetap tinggal.

Ketika kamu lelah, saya ingin menjadi tempatmu beristirahat.

Ketika kamu menangis, saya ingin menjadi seseorang yang menghapus air matamu.

Ketika kamu merasa sendiri, saya ingin mengingatkanmu bahwa kamu tidak sendirian.

Dan ketika kamu bahagia, saya ingin menjadi orang yang ikut tersenyum melihat kebahagiaanmu.

Saya tidak mencari perempuan yang sempurna.

Saya hanya berharap menemukan seseorang yang mau berjalan bersama saya, saling mengingatkan ketika salah, saling menguatkan ketika lemah, dan saling menggenggam ketika perjalanan terasa berat.

Dan saya menemukan harapan itu di dalam dirimu.

Mungkin saya tidak selalu pandai mengucapkan kata-kata indah.

Mungkin saya juga masih memiliki banyak kekurangan.

Tetapi satu hal yang ingin kamu tahu...

Saya sungguh-sungguh ingin memperjuangkanmu.

Bukan hanya untuk mendapatkanmu sebagai seorang istri, tetapi untuk belajar menjadi suami yang pantas mendampingimu.

Saya ingin suatu hari nanti, ketika rambut kita mulai memutih dan wajah kita mulai menua, kita bisa duduk berdua dan tersenyum mengingat hari ini.

Hari ketika saya memberanikan diri datang kepada keluargamu.

Hari ketika saya mengatakan bahwa saya ingin menjadikanmu bagian dari seluruh sisa hidup saya.

Saya ingin kelak kita memiliki rumah yang mungkin sederhana, tetapi di dalamnya ada tawa.

Ada doa. Ada anak-anak yang memanggil kita Ayah dan Ibu.

Ada Al-Qur'an yang kita baca bersama.

Ada sajadah yang kita gunakan untuk bersujud bersama.

Dan ada cinta yang tidak hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi dibuktikan setiap hari.

Saya tidak tahu apakah saya adalah laki-laki terbaik yang pernah kamu temui.

Tetapi saya ingin menjadi laki-laki yang setiap hari berusaha menjadi lebih baik demi kamu dan demi keluarga yang akan kita bangun bersama.

Hari ini saya datang bukan hanya membawa cincin atau sekadar menyampaikan sebuah lamaran.

Saya datang membawa niat, harapan, doa, dan kesungguhan hati.

Dengan disaksikan keluarga dan orang-orang yang kita cintai...

Saya ingin memintamu menjadi pendamping hidup saya.

Maukah kamu menerima saya?

Maukah kamu berjalan bersamaku?

Maukah kamu menjadi seseorang yang akan saya panggil istriku kelak?

Dan jika Allah mengizinkan kita sampai pada hari pernikahan nanti, saya ingin mengucapkan satu kalimat yang sederhana:

"Terima kasih sudah memilih saya untuk menjadi teman perjalanan hidupmu."

Saya tidak tahu berapa lama Allah memberikan kita waktu bersama.

Tetapi selama Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bersama, saya ingin menggunakan waktu itu untuk mencintaimu dengan cara yang Allah ridai, menjagamu dengan kemampuan yang saya miliki, dan membahagiakanmu semampu saya.

Semoga Allah menjadikan pertemuan kita bukan sekadar sebuah kebetulan, tetapi bagian dari takdir yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya.

Dan semoga kelak ketika kita menua, kita bisa berkata:

"Dulu kita pernah berdiri di hari ini dengan penuh harapan. Dan ternyata, Allah benar-benar mengabulkan doa kita."

Untukmu yang saya pilih...

Hari ini saya tidak berjanji akan menjadi manusia yang sempurna.

Tetapi saya berjanji akan terus belajar menjadi pasangan yang lebih baik.

Jika kamu bersedia, mari kita mulai perjalanan ini bersama.

Bismillah...

Saya melamarmu.

Saya memilihmu.

Dan insyaAllah, saya ingin mencintaimu sampai Allah mengizinkan kita bertemu kembali di surga-Nya. ❤️


DOKUMEN FOTO